Senin, 24 April 2017

Musik Gereja


Apa dan bagaimana musik gereja itu? Artikel singkat berikut ini kiranya menjawab pemahaman tentang musik gereja. Mari kita masuk ke topik pembahasan.

MUSIK GEREJA: Oleh Yonas Muanley

Apakah arti MUSIK itu? Jawaban akan pertanyaan ini penting karena music telah memberikan peranan yang sangat penting dalam sejarah manusia. Mengapa? Sebab music merupakan ekspresi/ungkapan isi hati manusia. Setiap orang mempunyai berbagai macam emosi, dan emosi memerlukan saluran. Saluran bagi ungkapan emosi manusia dapat berupa gerakan badan atau vokal. Ungkapan fisik dapat berupa tarian, dan ungkapan vokal dapat berupa musik. Ungkapan-ungkapan semacam ini lambat laun menjadi suatu seni.
Dalam beberapa bahan ajar saya tentang musik, saya menegaskan bahwa kata musik yang kita pakai di Indonesia, khususnya di gereja berasal dari bahasa Yunani “mousike”, yang biasa dilatinkan menjadi musica. Kata benda Yunani “mousike” dan kata sifat “mousikos’ dibentuk dari akar kata “mousa” yakni nama dewi kesenian dan dewi ilmu pengetahuan dalam mitos Yunani. Ketika musik dipakai dalam gereja tentu tidak dalam rangka mitis tetapi ilahiah Alkitabiah, yaitu untuk Tuhan dan melaluinya umat diberkati. Sedangkan dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia, musik diartikan ilmu pengetahuan atau seni yang mengatur nada-nada atau bunyi secara teratur di dalam suatu kombinasi dan hubungan untuk menghasilkan suatu komposisi yang mempunyai kesatuan dan kelangsungan Musik punya pengaruh yang kuat bagi emosi manusia, ia dapat menjadi alat yg hebat untuk merangsang emosi pendengarnya-mengangkat, memberi inspirasi, mendorong, memperangkap seseorang, dan dapat menjatuhkan atau menghancurkan seseorang. Apakah yg dikatakan oleh Alkitab mengenai Musikal? Sesungguhnya Alkitab banyak menarasikan tentang musik. La Mar Boschman dalam bukunya ”Rebirth Of Music” sebagaimana dikutip oleh Ester Gunawan Nasrani sebagai berikut: Music is mentioned in the Bible over 839 times. God must consider music important to mention it that many times in His Word. God doesn’t waste words. He doesn’t fill in spaces in the Bible. Each word is there for a reason. Hell is mentioned a little over 70 times, yet how much do we know about hell? Most of us can describe it very vividly. We can picture the flames leaping up at us, yet hell is only mentioned 70 times. Music is mentioned 12 times as often, god must consider music very important. In fact, it is one of the major emphases of the Bible. Musik merupakan anugerah Allah kepada manusia. Martin Luther sebagai Bapak Reformasi menyatakan : ”Music is a gift of God, not of men”. Ronald Allen dan Gordon Borror, penulis buku “Worship, Rediscovering The Missing Jewel”, mengatakan:“Allah menganugerahkan musik agar kita dapat memperkembangkannya dan menggunakannya untuk mengungkapkan kreatifitas kita di dalam penyembahan dan ibadah kepada Allah”.
Salah satu teks suci dalam Perjanjanjian Lama yang mendominasi music, yakni kitab Mazmur. Dalam kitab Mazmur yang merupakan buku nyanyian orang Yahudi dapat kita lihat pentingnya peranan musik dalam ibadah. Sebagai contoh dalam Mazmur 95 : 2 “Biarlah kita menghadap wajahNya dengan nyanyian syukur, bersorak-sorak bagiNya dengan nyanyian mazmur.” Dalam Alkitab bahasa Inggris kata “nyanyian mazmur” itu bunyinya : “music and song”, sehingga artinya jelas sekali bahwa tekanan untuk mendekati Allah melalui musik itu diutamakan.
Di atas saya kemukakan bahwa kitab Mazmur sangat kaya dengan liturgy (pelayanan) music. Musik dalam Mazmur sangat indah, mempesona dan mempengaruhi milyaran manusia yang pernah ada, sedang dan akan ada. Salah satu music dalam kitab Mazmur yang sangat mempengaruhi milyaran manusia di bumi, yaitu kitab Mazmur 23. Alasan saya menyatakan demikian karena sejak munculnya Mazmur dalam tradisi religious bangsa Israel sampai datangnya Gereja yang di mulai dari Yerusalem dan mempengaruhi seluruh dunia, Mazmur 23 menjadi pasal faforit. Salah satu lagu gubahan kontemporer, yaitu: TUHAN adalah Gembalaku. Saya tidak tahu sejak kapan lagu ini dikarang, tetapi lagu ini popular di kalangan gereja di penjuru bumi. Lagu ini tidak hanya berpengaruh terhadap orang Kristen tetapi juga orang non Kristen.
Bila kita membagi music dalam Mazmur 23 maka kita sepakat dengan para ahli eksegesis Perjanjian Lama yang membagi Mazmur 23 dalam dua kategori. Kategori yang pertama, yaitu: Mazmur pengakuan Tuhan sebagai gembala pribadi, kedua Mazmur yang menegaskan Tuhan sebagai pemilik Rumah yang murah hati, yaitu Ia menyediakan hidangan di hadapan lawanku. Di rumah Tuhan itu, pemilik rumah yang menyediakan hidangan hendak menegaskan kepada lawan bahwa pribadi yang penuh dengan mazmur kepada-Nya adalah milik-Nya. Mazmur 23 merupakan Musik yang menghibur secara tuntas.
Akhirnya harap menunggu tafsiran saya tentang kitab Mazmur. Sebuah kitab yang isinya menghibur dan melegakkan hati yang sesak. Mazmur 23 juga dapat direnungkan oleh kita paskah 19 April 2017, sebuah pengalaman saya paskah 19 April 2017. Calon Gembala masyarakat yang diodalakan ternyata saya harus melihat kenyataan bahwa pilihan saya kalah. Saya terhibur ketika merenungkan frasa: “Ia menyediakan hidangan bagiku di hadapan lawanku”. Ingat Tuhan adalah pemilik Rumah yang murah hati. Dalam kemurahan itulah kawan dan lawan berkompetisi.

SUmber: Pixabay


Kiranya Musik menghibur dan menguatkan kita
Previous Post
First
Related Posts

0 komentar: