Selasa, 25 April 2017

Implikasi Musik dalam beribadah


Kehadiran musik dalam ibadah itu sedemikian penting. Kehadiran musik dalam ibadah bukan hanya praktik gereja tetapi juga praktik ekklesia Perjanjian Lama. Artinya Allah mengijinkan penggunaan musik untuk ibadah bani Israel. Musik sangat berkembang dalam kehidupan bani Israel, bahkan mencapai puncaknya pada masa pemerintahan raja Daud yang juga terkenal sebagai seorang ahli musik. Bahkan ia telah melihat kuasa yg terkandung dalam musik yang dimainkannya ketika ia harus melayani raja Saul di istana. Setiap kali Saul dapat ditenangkan kembali pada waktu Daud memainkan musik. Ketika Daud menjadi raja, ia yakin bahwa musik mempunyai peranan penting bagi pelayanan ibadah dalam Bait Allah. Hasil karyanya yg terutama adalah dibentuknya organisasi musik dalam Bait Allah, yg merupakan organisasi musik gereja yg pertama (I Tawarikh 25). Sejak saat itu musik memegang peranan penting dalam Bait Allah.
Dalam ibadah Gereja, kehadiran musik dapat menopang berlangsungnya ibadah dengan unsur-unsur sbb:
.
1. Votum dan salam
2. Pujian dan penyembahan
3. Doa syafaat
4. Pengumpulan persembahan
5. Pengakuan iman
6. Kesaksian
7. Paduan suara
8. Pembacaan Alkitab
9. Khotbah
10. Saat teduh
11. Warta jemaat
12. Berkat rasul
Dari 12 susunan liturgi di atas, hanya satu yang diberikan khusus untuk Tuhan, yaitu nomor 2: pujian dan penyembahan (termasuk paduan suara). Sisanya untuk kepentingan jemaat sendiri.
Betapa sayangnya jika satu-satunya bagian liturgi yang dikhususkan untuk Tuhan terlalu singkat dan asal-asalan. Mungkin kita sering melihat ada jemaat yang tidak ikut menyanyi saat pujian dilantunkan. Buku pujian yang seharusnya digunakan sebagai panduan untuk menyanyi malah dipakai untuk berkipas-kipas. Bahkan, ada jemaat yang terlambat datang ke gereja, sehingga ia melewatkan waktu untuk memuji Tuhan. Ada pula jemaat yang hanya ingin mendengarkan khotbah. Yaitu khotbah yang baru dan bagus, yang ia harapkan. Apabila yang diharapkan meleset, ia pulang dari gereja dengan wajah yang murung karena merasa tidak mendapat apa-apa. Sebagai umat yang telah mendapatkan kasih karunia Allah, sudah sepantasnya kita tidak lagi memikirkan "apa yang akan kudapat", tetapi sebaliknya atau paling tidak seimbang memikirkan "apa yang akan saya berikan untuk Tuhan".
Firman Tuhan menasihatkan kita, "Sebab itu, marilah kita, melalui Dia, senantiasa mempersembahkan korban syukur kepada Allah, yaitu ucapan bibir yang memuliakan nama-Nya" (Ibrani 13:15). Pemberian kita untuk Tuhan tidak hanya berupa kesaksian dan materi atau uang, tetapi juga dapat berupa "ucapan bibir yang memuliakan nama-Nya". Tuhan akan menghargai pemberian kita itu sebagai korban syukur kita kepada-Nya. Ini kesempatan yang luar biasa, bukan?
Karena itu, berikanlah yang terbaik untuk Tuhan. Itulah yang dikehendaki Tuhan, "Biarlah kamu juga dipergunakan sebagai batu hidup untuk pembangunan suatu rumah rohani, bagi suatu imamat kudus, untuk mempersembahkan persembahan rohani yang karena Yesus Kristus berkenan kepada Allah" (1 Petrus 2:5).
Dan, inilah maksud dan tujuan buku ini, agar kita semakin mengerti betapa hebatnya pujian dan penyembahan itu. Dengan demikian, kita dapat memanfaatkannya dengan baik dan tepat guna.

SUmber: Pixabay


Pengertian Musik


Menurut Wikipedia, musik diartikan sebagai bunyi yang diterima oleh individu dan berbeda-beda berdasarkan sejarah, lokasi, budaya dan selera seseorang. Musik juga didefinisikan sebagai bunyi/kesan terhadap sesuatu yang ditangkap oleh indera pendengar; suatu karya seni dengan segenap unsur pokok dan pendukungnya; segala bunyi yang dihasilkan secara sengaja oleh seseorang atau kumpulan dan disajikan sebagai musik.
Berdasarkan definisi di atas, dapat dikatakan bahwa musik adalah bentuk bunyi yang ditangkap oleh manusia lewat pendengaran. Penerimaan terhadap bentuk bunyi yang dihasilkan dengan sengaja tersebut memiliki perbedaan. Perbedaan penerimaan itu disebabkan oleh beberapa hal, yaitu perbedaan sejarah, perbedaan lokasi, dan perbedaan kebudayaan. Musik juga dapat dikategorikan sebagai bentuk seni yang diperkenalkan melalui medium suara. Unsur-unsur umum dalam musik adalah pitch atau pengatur melodi dan harmoni), irama (dan terkait konsep tempo, meter, dan artikulasi), dinamika, dan kualitas sonik dari timbre dan tekstur.
Musik gereja adalah suatu jenis music yang berkembang di kalangan Kristen (juga pada zaman sebelum kekristenan: Yahudi), terutama dilihat dari penggunaannya dalam ibadah gereja (Andrew Wilson, 1992). Seorang tokoh musik gereja,Mawene (seorang Teolog Perjanjian Lama dari Indonesia, namun juga memberi perhatian dalam Musik Gereja), dalam bukunya Gereja yang Bernyanyi menyebutkan musik gereja merupakan ungkapan isi hati orang percaya (Kristen) yang diungkapkan dalam bunyi-bunyian yang bernada dan berirama secara harmonis, antara lain dalam bentuk lagu dan nyanyian (Mawene, 2004). Sama dengan musik secara umum, dua unsur; vokal dan instrumental harus diperhatikan, dan terkhusus dalam bermusik di gereja yang sarat dengan makna teologis dan berkenaan dengan iman umat, dua hal itu sangat penting untuk disajikan secara tepat agar umat mampu menghayati imannya dengan bantuan music (Mawene.,2004)
Pada zaman pemerintahan theokrasi, melalui para nabi, hakim dan imam, juga pada zaman raja-raja; Allah memberi porsi yang banyak terhadap musik. Raja Daud telah menempatkan musik secara istimewa: ada orang-orang tertentu yang digaji sebagai tenaga penuh untuk memuji Tuhan siang dan malam; ada jabatan dan aturan-aturan yang ditentukan untuk mereka, ditempatkan di bilik-bilik tertentu, dilengkapi dengan pakaian seragam dan alat-alat musik lengkap. "Inilah orang-orang yang ditugaskan oleh Daud memimpin nyanyian di rumah TUHAN sejak tabut itu mendapat tempat perhentian. Di hadapan Kemah Suci, yakni Kemah Pertemuan, mereka melayani sebagai penyanyi sampai Salomo mendirikan rumah Tuhan di Yerusalem. Mereka melakukan tugas jabatannya sesuai dengan peraturannya" (1 Tawarikh 6:31,32). "Dan inilah para penyanyi, kepala-kepala puak orang Lewi, yang diam di bilik-bilik dan bebas dari pekerjaan lain, sebab siang dan malam mereka sibuk dengan pekerjaannya" (1 Tawarikh 9:33).
Pemazmur dalam Mazmur 100:1-4 menasihati kita untuk menghadap Tuhan dan masuk hadirat-Nya dengan musik dan pujian. "Mazmur untuk korban syukur. Bersorak-soraklah bagi TUHAN, hai seluruh bumi! Beribadahlah kepada TUHAN dengan sukacita, datanglah ke hadapan-Nya dengan sorak-sorai! Ketahuilah, bahwa TUHAN-lah Allah; Dialah yang menjadikan kita dan punya Dialah kita, umat-Nya dan kawanan domba gembalaan-Nya. Masuklah melalui pintu gerbang-Nya dengan nyanyian syukur, ke dalam pelataran-Nya dengan puji-pujian, bersyukurlah kepada-Nya dan pujilah nama-Nya!"
Begitu pentingnya musik dalam gereja, sehingga tidak heran tokoh reformasi seperti Martin Luther, menyatakan: "Next after theology, we give the greatest honor to music; let it be music, we will make it as sacred as it needs be." (Setelah theologia [doktrin/firman], mari kita beri penghargaan tertinggi kepada musik; biarlah ada musik, dan kita akan menguduskannya sebagaimana seharusnya.) Begitulah umat Tuhan dalam Perjanjian Lama, Perjanjian Baru, dan zaman reformasi menempatkan musik. Bagaimana dengan kita sekarang? Apakah kita serius terhadap musik? Dan, apakah kita memanfaatkan musik secara positif dan menempatkannya sesuai proporsinya di dalam gereja?

SUmber: Pixabay


Senin, 24 April 2017

Gmail dan Blogspot selalu Kreatif dan Inovatif

Gmail dan Blogspot selalu Kreatif dan Inovatif


Hari ini tanggal 24 April 2017, saya membuka email untuk mengecek blog. Waktu membuka Google untuk masuk ke Gmail, saya terkagum karena ada tampilan baru untuk log in ke Gmail. Saya kemudian mengikutinya dan berhasil masuk ke halaman blog. Selanjutnya saya membuat sebuah blog baru dengan tetap memanfaatkan domain dan hosting blogspot.i
Pada waktu membuat blog baru, biasanya kita diminta untuk membuat judul blog dan alamat blog. Kemudian memilih template yang disediakan oleh blogspot. Saya hanya melakukan tiga tahapan ini karena saya sudah pernah membuat blog dengan email yang sudah didaftarkan ke blogspot. Bila saya membuat blog baru dengan email yang berbeda maka tentunya prosesnya tidak sesingkat ini. Artinya ada beberapa tahapan yang harus kita lewati dalam membuat blog baru di blogspot.i
Baiklah sekarang saya masuk ke kreativitas dan inovasi yang saya maksudkan pada judul postingan ini. Kreativitas (ide-ide baru) dan Inovasi (penerapan ide-ide yang menghasilkan cara baru) dari Gmail dan blogspot.i
Pertama, kreativitas dan inovasi Google dengan email gmail. Mulai hari ini tanggal 24 April 2017 ada cara baru untuk login ke email gmail. Cara baru ini tentunya oleh Google. Luar biasa Google selalu memberikan pelayanan terbaru. Hal ini dilakukan karena pasti google memiliki konsep tidak ada kesempurnaan dalam temuan manusia, selalu berubah. Jadi, dapat dikatakan bahwa google menganut teori ketidaksempurnaan. Ingat bahwa teori ketidak sempurnaan ini hanya pada segala sesuatu yang menyangkut karya manusia, dalam hal ini karya Google. Itulah sebabnya google selalu berinovasi. Inovasi ini lahir dari kreativitas. Ayo mari kita giat kreativitas dan inovasi seperti Google dengan login email gmail. Semoga google dan gmail terus sukses berkreativitas dan berinovasi. i
Kedua, kreativitas dan inovasi blogspot dalam hal tampilan blog atau yang biasa disebut "template". Kreativitas dan Inovasi Blogspot menghasilkan beberapa template yang dapat kita pakai untuk mempercantik blog kita. Untuk blog ini saya menggunakan template bawaan blogspot yang terbaru, yaitu:

1. Contempo, (Template terbaru: 5 template, pilih sesuai salera)
2. Soho, (Template terbaru: 5 template, pilih sesuai salera)
3. emporio, (Templateterbaru 5 template, pilih sesuai salera)
4. terkemuka, (Template terbaru 5 template, pilih sesuai salera)
5. sederhana, (Template Lama)
6. tampilan dinamis, (Template Lama)
7. jendela gambar, (Template Lama)
8. PT Keren Sekali, (Template Lama)
9. Tanda Air, (Template Lama)
10. Kelembutan, (Template Lama)
11. Perjalanan (Template Lama)

Dari beberapa template terbaru (1-4) saya menggunakan template ke-4. Hasilnya tampilannya kren seperti yang Anda lihat dalam blog ini. Ayo warga Indonesia, para guru, para dosen, mahasiswa, bapak-bapak, ibu-ibu mari kita berinternet positif melalui penuangan ide-ide kita menjadi informasi untuk orang lain melalui blog.yang berbasis blogspot. Kalau mau buat blog ini alamatnya: www.blogger.com kalau mau buat email dari gmail, ini alamatnya: www.gmail.comi
Melalu kreativitas dan Inovasi Google, gmail dan blogspot saya semakin bersemangat memposting tulisan melalui blog yang saya miliki. Kelebihannya di blogspot, kita bisa memiliki blog sebanyak-banyaknya. Yang penting penggunaannya positif.i
i
Salam Kreativitas dan inovasi

Musik Gereja


Apa dan bagaimana musik gereja itu? Artikel singkat berikut ini kiranya menjawab pemahaman tentang musik gereja. Mari kita masuk ke topik pembahasan.

MUSIK GEREJA: Oleh Yonas Muanley

Apakah arti MUSIK itu? Jawaban akan pertanyaan ini penting karena music telah memberikan peranan yang sangat penting dalam sejarah manusia. Mengapa? Sebab music merupakan ekspresi/ungkapan isi hati manusia. Setiap orang mempunyai berbagai macam emosi, dan emosi memerlukan saluran. Saluran bagi ungkapan emosi manusia dapat berupa gerakan badan atau vokal. Ungkapan fisik dapat berupa tarian, dan ungkapan vokal dapat berupa musik. Ungkapan-ungkapan semacam ini lambat laun menjadi suatu seni.
Dalam beberapa bahan ajar saya tentang musik, saya menegaskan bahwa kata musik yang kita pakai di Indonesia, khususnya di gereja berasal dari bahasa Yunani “mousike”, yang biasa dilatinkan menjadi musica. Kata benda Yunani “mousike” dan kata sifat “mousikos’ dibentuk dari akar kata “mousa” yakni nama dewi kesenian dan dewi ilmu pengetahuan dalam mitos Yunani. Ketika musik dipakai dalam gereja tentu tidak dalam rangka mitis tetapi ilahiah Alkitabiah, yaitu untuk Tuhan dan melaluinya umat diberkati. Sedangkan dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia, musik diartikan ilmu pengetahuan atau seni yang mengatur nada-nada atau bunyi secara teratur di dalam suatu kombinasi dan hubungan untuk menghasilkan suatu komposisi yang mempunyai kesatuan dan kelangsungan Musik punya pengaruh yang kuat bagi emosi manusia, ia dapat menjadi alat yg hebat untuk merangsang emosi pendengarnya-mengangkat, memberi inspirasi, mendorong, memperangkap seseorang, dan dapat menjatuhkan atau menghancurkan seseorang. Apakah yg dikatakan oleh Alkitab mengenai Musikal? Sesungguhnya Alkitab banyak menarasikan tentang musik. La Mar Boschman dalam bukunya ”Rebirth Of Music” sebagaimana dikutip oleh Ester Gunawan Nasrani sebagai berikut: Music is mentioned in the Bible over 839 times. God must consider music important to mention it that many times in His Word. God doesn’t waste words. He doesn’t fill in spaces in the Bible. Each word is there for a reason. Hell is mentioned a little over 70 times, yet how much do we know about hell? Most of us can describe it very vividly. We can picture the flames leaping up at us, yet hell is only mentioned 70 times. Music is mentioned 12 times as often, god must consider music very important. In fact, it is one of the major emphases of the Bible. Musik merupakan anugerah Allah kepada manusia. Martin Luther sebagai Bapak Reformasi menyatakan : ”Music is a gift of God, not of men”. Ronald Allen dan Gordon Borror, penulis buku “Worship, Rediscovering The Missing Jewel”, mengatakan:“Allah menganugerahkan musik agar kita dapat memperkembangkannya dan menggunakannya untuk mengungkapkan kreatifitas kita di dalam penyembahan dan ibadah kepada Allah”.
Salah satu teks suci dalam Perjanjanjian Lama yang mendominasi music, yakni kitab Mazmur. Dalam kitab Mazmur yang merupakan buku nyanyian orang Yahudi dapat kita lihat pentingnya peranan musik dalam ibadah. Sebagai contoh dalam Mazmur 95 : 2 “Biarlah kita menghadap wajahNya dengan nyanyian syukur, bersorak-sorak bagiNya dengan nyanyian mazmur.” Dalam Alkitab bahasa Inggris kata “nyanyian mazmur” itu bunyinya : “music and song”, sehingga artinya jelas sekali bahwa tekanan untuk mendekati Allah melalui musik itu diutamakan.
Di atas saya kemukakan bahwa kitab Mazmur sangat kaya dengan liturgy (pelayanan) music. Musik dalam Mazmur sangat indah, mempesona dan mempengaruhi milyaran manusia yang pernah ada, sedang dan akan ada. Salah satu music dalam kitab Mazmur yang sangat mempengaruhi milyaran manusia di bumi, yaitu kitab Mazmur 23. Alasan saya menyatakan demikian karena sejak munculnya Mazmur dalam tradisi religious bangsa Israel sampai datangnya Gereja yang di mulai dari Yerusalem dan mempengaruhi seluruh dunia, Mazmur 23 menjadi pasal faforit. Salah satu lagu gubahan kontemporer, yaitu: TUHAN adalah Gembalaku. Saya tidak tahu sejak kapan lagu ini dikarang, tetapi lagu ini popular di kalangan gereja di penjuru bumi. Lagu ini tidak hanya berpengaruh terhadap orang Kristen tetapi juga orang non Kristen.
Bila kita membagi music dalam Mazmur 23 maka kita sepakat dengan para ahli eksegesis Perjanjian Lama yang membagi Mazmur 23 dalam dua kategori. Kategori yang pertama, yaitu: Mazmur pengakuan Tuhan sebagai gembala pribadi, kedua Mazmur yang menegaskan Tuhan sebagai pemilik Rumah yang murah hati, yaitu Ia menyediakan hidangan di hadapan lawanku. Di rumah Tuhan itu, pemilik rumah yang menyediakan hidangan hendak menegaskan kepada lawan bahwa pribadi yang penuh dengan mazmur kepada-Nya adalah milik-Nya. Mazmur 23 merupakan Musik yang menghibur secara tuntas.
Akhirnya harap menunggu tafsiran saya tentang kitab Mazmur. Sebuah kitab yang isinya menghibur dan melegakkan hati yang sesak. Mazmur 23 juga dapat direnungkan oleh kita paskah 19 April 2017, sebuah pengalaman saya paskah 19 April 2017. Calon Gembala masyarakat yang diodalakan ternyata saya harus melihat kenyataan bahwa pilihan saya kalah. Saya terhibur ketika merenungkan frasa: “Ia menyediakan hidangan bagiku di hadapan lawanku”. Ingat Tuhan adalah pemilik Rumah yang murah hati. Dalam kemurahan itulah kawan dan lawan berkompetisi.

SUmber: Pixabay


Kiranya Musik menghibur dan menguatkan kita